Penulis: Timitom| Editor: Snowy Ramadhani BERITA INDOYA - Wacana kenaikan dua jenis bahan bakar minyak (BBM), solar dan pertalite membuat negara dianggap tidak mampu lagi memberikan bantuan kepada pemerintah.
Selama ini, solar dan pertalite dijual dengan harga subsidi yang membantu meringankan beban masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah.
Namun, harga subsidi tersebut kini dikabarkan tidak bisa lagi didapatkan rakyat.
Pasalnya, menteri ESDM, Arifin Tasrif memberikan sinyal jika harga solar dan pertalite akan naik.
Harga subsidi pertalite yaitu Rp7.650, sementara itu untuk solar Rp5.150.
Dari kabar yang beredar, harga pertalite akan naik menjadi Rp9.000-Rp10.000..
"Nah kalau soal pertalite itu mudah kita katakan sudah final akan naik. Karena ini soal interprey pasar dan pasti dia akan naik," kata pengamat politik, Rocky Gerung dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube miliknya.
Dinilai Rocky Gerung, dengan kenaikan harga BBM tersebut, negara sudah tidak bisa lagi membantu rakyat kelas menengah ke bawah
Pasalnya, kenaikan harga yang dianggap sebagai pencabutan subsidi dinilai sebagai sinyal jika APBN yang dimiliki Indonesia sudah semakin ketat.
"Jadi kalau dia bilang masih coba-coba, enggak. Kemampuan kita untuk subsidi sudah habis karena itu, harga pasti naik. Itu gampangnya begitu," ujar Rocky Gerung.
Sebelumnya, komisaris PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah pernyataan Menko Marves, Luhut Pandjiatan terkait wacana kenaikan harga pertalite dan gas elpiji 3 kg.
"Kalau Ahok kemarin bilang jangan bicara dulu soal kenaikan harga, mungkin ada cadangan. Ya mungkin saja ada janji tanki Rusia yang diparkir di Tanjung Priok untuk suplai minyak atau mungkin Rusia menganggap enggak perlu karena Indonesia juga mencla-mencle soal politik Ukraina," ucap Rocky Gerung.

Komentar
Posting Komentar